Bertumbuh



Jakarta, Asosiasi Remaja Masjid Istiqlal - Kadang ketika sedang fokus mengejar sesuatu, kita jadi lupa untuk mensyukuri satu demi satu anak tangga yang sudah kita lalui. Lupa menikmati dan menghargai setiap proses dari tumbuhnya diri sendiri. 

So, take your time untuk berhenti sejenak, bersyukur atas setiap fase hidup yang telah dilalui, atas setiap nikmat dan ujian yang silih berganti, atas setiap tawa dan tangis yang bergantian kita cicipi. Karena jika Allah subhanahu wata’ala tidak menghadirkan itu semua di hidup kita, entah akan jadi apa kita hari ini.

Meski sekarang bebanmu terasa sangat berat, kamu sudah tidak mengerti apa yang harus dilakukan, rasanya mau mati saja karena lelah dalam proses pertumbuhan ini, jangan dulu menyerah.

Meski sekarang banyak akar, batang, daun bahkan buah yang harus di korbankan, jangan dulu menyerah untuk terus bertumbuh meski sudah jenuh dengan keadaannya. Bertahanlah, meski harus mengorbankan apa yang kau punya untuk kebaikan. 

Setelah itu, terus dan teruslah tumbuh. Kuatkan akar, kokohkan batang, tinggikan cabang, rimbunkan ranting, hasilkan buah, sampai pohon tersebut bisa terus bermanfaat untuk sekitarnya. 

Sampai kapan? Sampai bagaimana? Tidak ada batasnya. Bertumbuh tidak ada batasnya, bukan?

Tidak ada pohon yang akan berhenti bertumbuh dan berkembang selama dia masih hidup.Tidak ada indikator kapan sebuah pohon dikatakan telah mencapai batas optimalnya. Apakah jika tingginya sudah mencapai puluhan meter? Atau jika lebarnya sudah belasan meter? Atau jika sudah menghasilkan buah yang banyak? Atau jika sudah hidup sekian puluh tahun? Tidak, kan? Selama dia hidup, dia akan terus tumbuh, tanpa batas.

Maka, bertumbuh bukanlah tentang seberapa tinggi kamu meraih langitmu, melainkan tentang tetap bertumbuhnya dirimu inci demi inci, sampai Allah subhanahu wata’ala sendiri yang kelak akan memutuskan kapan kamu harus berhenti. 

So, just keep growing and enjoy your every growth. 🌱😊🌱


Penulis: Nurhasanah
Foto: Nurhasanah

Posting Komentar

1 Komentar