Proses Terjadinya Hujan dalam Alquran

Jakarta, Remaja Masjid Istiqlal - Hujan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi atau biasa kita menyebutnya, siklus air. Dari hujan tersebut, kita akan dapati air.

Allah berfirman dalam QS. Al-Anbiya: 30, bahwasanya air merupakan sumber dari segala sesuatu yang Allah subhanahu wata’ala hidupkan di muka bumi. 


"Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?" (QS. Al-Anbiya: 30)


Dengan firman Allah subhanahu wata’ala tersebut, kita bisa mengetahui betapa pentingnya peran air dalam kehidupan ini.

Siklus air sendiri adalah serangkaian gerakan air yang terjadi di atas maupun di permukaan bumi. Salah satu hal yang menakjubkan dalam siklus air adalah hujan. 

Sobat ARMI, pada proses turunnya hujan, sungguh kita akan lihat bagaimana angin, awan, dan hujan menjalin kerja sama, yang nantinya air hujan tersebut akan memberi keteduhan, kesuburan dan penyegaran kepada manusia, hewan, dan tumbuhan. 

Hal mengagumkan tentang hujan juga Allah subhanahu wata’ala muat dalam Alquran. Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam QS. Al-Rum: 48 tentang proses terjadinya hujan. 


"Allah-lah yang mengirimkan angin (tahap 1), lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal (tahap 2), lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya (tahap 3), maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka bergembira." (QS. Ar-Rum: 48)


Dalam ayat di atas, QS. Ar-Rum: 48, kita jadi bisa mengetahui bahwasanya setidaknya hujan terjadi atas tiga tahapan, yaitu (1) pembentukan angin, (2) pembentukan awan, dan (3) pembentukan hujan. 

Ilmu pengetahuan modern pun sejalan atas penjabaran yang terdapat dalam Alquran, mengengai bagaimana proses turunnya hujan. 

Maasyaallah, betapa hal ini merupakan pembuktian bahwasanya Alquran linier dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), dan Allah subhanahu wata’ala adalah benar, Maha mengatur alam semesta (Al-Muhaimin), yang menurunkan Alquran untuk dijadikan pedoman dan diambil hikmah sebanyak-banyaknya. 

Lalu, masih ragukah kita untuk mengimani kitab yang diturunkan Allah subhanahu wata’ala, yang memang pada kenyataannya memuat kebenaran? 

Sobat ARMI, semoga kita selalu diberkahi dan disertai semangat untuk mencari hikmah yang terkandung dalam Alquran. Semoga bukti autentik, senantiasa dapat mempertebal kepercayaan dan keimanan kita kepada-Nya. Aamiin.


Penulis: Dwi Agustin

Sumber: Soekardi, Susilo dan Tauhid Nur Azhar. 2018. Air dan Samudra: Mengurai Tanda-tanda Kebesaran Allah di Lautan. Solo: Tiga Serangkai

Foto: https://unsplash.com/@lorengu

Penyunting: Editor Media Kreatif ARMI

Posting Komentar

0 Komentar