4 Peristiwa di Bulan Zulhijah

Jakarta, Remaja Masjid Istiqlal- Sobat Armi, tidak terasa kini kita sudah berada di bulan Zulhijah, bulan ke-12 pada penanggalan hijriyah sebagai salah satu bulan yang Allah subhanahu wata'ala istimewakan.

Dari segi bahasa, Zulhijah sendiri terdiri dari kata 'dzu' yang artinya pemilik, dan 'al-hijjah' yang berarti haji. Selain dikenal karena keistimewaannya, ternyata di bulan Zulhijah juga terdapat peristiwa sejarah yang sangat luar biasa. 

Nah, kira-kira peristiwa apa saja ya yang tercatat terjadi pada bulan Zulhijah? Berikut merupakan 4 peristiwa yang terjadi pada bulan Zulhijah. Yuk simak!


1. Bulan Zulhijah sebagai Bulan Haji

Sobat Armi, pada peristiwa pertama ini, tentu kita pasti sudah sangat akrab ya, bahwasannya bulan Zulhijah memang identik dengan pelaksanaan ibadah yang masuk pada rukun Islam kelima, yakni ibadah haji. 

Sebagaimana Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Qs. Al-Imran [3]: ayat 97, tentang anjuran umat Islam melaksanakan ibadah haji. 


فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ 

"Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam." (QS. Ali-'Imran 3: Ayat 97)

Penetapan bulan Zulhijah sebagai salah satu bulan untuk dilaksanakannya ibadah haji, sudah ditetapkan oleh masyarakat sekitar Arab, sebelum diutusnya Nabi Muhammad. Adapun rukun dari ibadah haji sendiri, sangat penuh akan makna. Mulai dari ihram, wukuf, thawaf, sa’i sampai pada tahallul. 


2. Bulan Zulhijah sebagai Bulannya Kurban

Selain terdapat pelaksanaan ibadah haji, Allah subhanahu wata'ala juga menganjurkan hamba-Nya untuk berkurban pada bulan Zulhijah. Sobat ARMI, juga pasti ingat kisah yang melatarbelakangi anjuran berkurban. Yaitu tentang kisah agung ketakwaan Nabi Ibrahim a.s. dan putranya Nabi Ismail a.s. kepada Allah subhanallahu wa taala. 

Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Zulhijah. Tepatnya pada 8 Zulhijah saat Nabi Ibrahim merenungi mimpinya. Kemudian, setelah malam kesembilan Zulhijah, ia mantap bahwa mimpinya tersebut benar dari Allah subhanahu wa ta'ala. 

Atas hal tersebut lah, kemudian pada 10 Zulhijah ditetapkan sebagai hari raya Iduladha, dan diikuti sampai 13 Zulhijah sebagai hari tasyrik. 

Sebagaimana firman Allah yang terdapat pada Qs. Al-Kautsar ayat 2, ataupun pada Qs. Al-Hajj ayat 34, tentang anjuran umat Islam untuk berkurban. Sobat Armi, berikut arti dari Qs. Al-Hajj ayat 34.

"Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah diri-lah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)," (QS. Al-Hajj: Ayat 34)


3. Perjanjian Aqabah

Perjanjian Aqabah merupakan perjanjian antara Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada penduduk Yastrib yang bersedia beriman kepada Allah subhanahu wata'ala.

Perjanjian Aqabah ini diawali oleh 6 orang dari suku Aus dan Khazraj yang menginginkan adanya perdamaian dan persatuan di kota Yastrib. 

Pada tahun kesebelas kenabian, tepat pada bulan Zulhijah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengadakan pertemuan dengan keenam orang dari Khazraj yang ingin melaksanakan ibadah haji di bukit Aqabah. Mereka bertanya tentang keyakinan dan ketuhanan, lantas Rasulullah menyeru kepada mereka untuk beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala. 

Pertemuan tersebut membuahkan hasil yang baik, karena keenam orang suku Khazraj menerima seruan Nabi Muhammad SAW untuk beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala. 

Pada kesempatan tersebut, mereka bercerita kepada nabi, bahwa di Yastrib sedang ada pergolakan antar suku. Mereka berharap, agar antar suku tersebut berdamai dan dapat hidup berdampingan. 

Pada musim haji tahun berikutnya, terdapat rombongan berjumlah 12 orang laki-laki yang menemui kembali Rasulullah di Aqabah. Mereka kemudian mengikuti ajaran Rasulullah dan mengadakan perjanjian (baiat), yang dikenal sebagai Perjanjian Aqabah 1. 

Musim haji berikutnya, rombongan haji dari Yastrib tersebut bertambah banyak. Nabi menemui tamu-tamunya tersebut di tempat yang sama, yakni di Aqabah. Mereka menyatakan Perjanjian (baiat) Aqabah 2, yang menyatakan bahwa mereka akan membela nabi, memerangi musuh nabi, dan menyatakan bahwa mereka adalah satu kesatuan. 

Beberapa saat kemudian Rasulullah dan pengikutnya pun hijrah ke Yastrib, membangun masjid dan mempersatukan umat yang semula bertentangan. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi perkembangan dakwah Islam.

Bermula dari Perjanjian Aqabah 1 dan dilanjutkan dengan Perjanjian Aqabah 2, yang bertepatan di bulan Zulhijah tersebut, membawa pengaruh yang sangat besar. Selain dalam segi penyebaran dakwah, juga menyatukan dan mendamaikan umat yang awalnya berselisih. 


4. Allah Mengampuni dan Mengabulkan doa Para Nabi

Sobat Armi, pada peristiwa keempat ini, bisa kita dapati dalam buku Hikmah dan Puasa karya Al-Ghazali dkk, dijelaskan bahwasannya Allah mengampuni dosa dan mengabulkan doa para nabi, diantaranya sebagai berikut.

Yang pertama, Allah menjawab doa nabi Musa. Diriwayatkan bahwasannya Nabi Musa a.s berdoa kepada Allah: "Wahai Tuhanku, aku telah berdoa namun Engkau tidak membalas doa ku. Ajarilah aku, sesuatu yang dapat aku gunakan untuk berdoa kepada-Mu." Allah subhanahu wata'ala menjawab: "Apabiila tiba sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, ucapkanlah kalimat lâ ilaha illa-Allah, maka Aku akan mengabulkan hajatmu."

Adapun selain dijawabnya doa Nabi Musa a.s, di bulan Zulhijah, bertepatan pula dengan pengampunan Allah atas Nabi Adam a.s; dikabulkannya doa Nabi Yunus untuk diampuni dan dikeluarkan dari perut ikan; Allah mengampuni Nabi Zakaria AS; Nabi Isa a.s. dilahirkan; Nabi Musa a.s. dilahirkan; Allah membukakan pintu kebajikan bagi para nabi-Nya. 

Sobat Armi, begitulah empat peristiwa mengesankan yang terjadi di bulan Zulhijah. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari peristiwa-peristiwa tersebut, dan senantiasa selalu semangat, untuk terus melakukan hal-hal baik.


Penulis        : Dwi Agustin

Foto             : Abdul Rohim

Penyunting  : Tim Redaksi Media Kreatif ARMI


Sumber: 

1. https://umma.id/post/wajib-tahu-inilah-sejarah-bulan-dzulhijjah-1372594?lang=id

2. Andy Masarapi. 2006. Skripsi: Piagam Madinah dalam Perspektif Pendidikan Islam. FITK: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

3. Al Ghazali, dkk. 2004. Hikmah dan Rahasia Puasa. Jakarta: Indocamp

Posting Komentar

0 Komentar