Menjadi Pemuda Inspiratif Dunia dan Akhirat


Jakarta-Tidak sedikit dari kita yang ingin bermanfaat dan menginspirasi banyak orang. Terutama para pemuda yang jiwanya masih bergelora untuk memberi perubahan pada dunia. 

Namun, masih banyak yang kehilangan arah ketika ternyata mimpinya diuji oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu wa ta'ala. 

Alih-alih bangkit, malah menyalahkan keadaan. Seperti itukah pemuda inspiratif yang diharapkan manusia dan Tuhannya? 

Pemuda dan Peran

Syekh Mahadir dan Abdul Latip Talib berkata, “Sejarah membuktikan bahwa golongan pemuda merupakan golongan yang paling berperan di dalam pembangunan dakwah Islam.”

Pemuda menjadi golongan yang paling berperan. Hal itu karena pemuda adalah individu yang dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan, dan secara psikis sedang mengalami perkembangan secara emosional.

Sehingga pemuda merupakan sumber daya yang baik untuk melanjutkan perjuangan Islam.

Teladan Para Pemuda

Menjadi pemuda yang inspiratif, tahukah kamu apa maksud dari itu? Nah, untuk menafsirkan sebuah makna, masing-masing dari kita pasti punya definisi yang beragam.

Pemuda inspiratif ialah pemuda yang mampu menggiring ujian dengan sabar dan ikhlas, menjalani setiap takdir dengan sebaik-baik takwa, dan menggiring kebaikan dengan syukur.

Pemuda inspiratif, mampu menggunakan waktu dan tenaganya untuk berkontribusi bagi ummat, sehingga memberikan dampak yang positif tidak hanya untuk dirinya sendiri, melainkan juga bagi masyarakat disekitarnya. 

Berikut terdapat contoh pemuda Islam yang menjadi inspiratif bagi dunia, dan akhirat.

Ali bin Abi Thalib, pada usia 10 tahun, menjadi pemuda pertama yang masuk Islam. Pemuda yang dengan keberanian dan keteguhan hatinya mengimani Rabbul’aalamiin, Allah Subhanahu wa ta'ala.

Usamah bin Zaid, pada usia 18 tahun, diangkat menjadi panglima angkatan perang.

Mush’ab bin Umair, pada usia mudanya menjadi Duta Islam pertama yang mendakwahi penduduk Kota Yastrib, Madinah.

Ibnu Abbas, di usia kanak-kanak, sudah menghafal hadits.

Amr bin Salamah, pada usia belia, sudah menjadi Imam.

Sultan Muhammad Al-Fatih, pada usianya yang kurang lebih 21 Tahun, ia sudah menaklukkan Konstantinopel.

Melihat beberapa contoh di atas, seketika diri ini merasa insecure~ Hoho. Pada kebaikan kita memang diharuskan merasa insecure. Sebab akan menjadi penyemangat diri untuk terus melakukan kebaikan. 

Bukan malah sebaliknya, merasa insecure lantas tidak melakukan apapun, hanya meratapi kekurangan dan kelemahan diri tanpa menjadikan diri lebih baik.

Tips Jitu Untuk Pemuda Inspiratif

Lalu, bagaimana caranya agar menjadi pribadi yang inspiratif dunia dan akhirat seperti pemuda di atas? Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu pahami dan praktikkan.

1. Bijaksana memaknai waktu

Pada dasarnya, Allah Subhanahu wa ta'ala sudah memberikan kita waktu yang cukup. Dalam Alquran pun Allah Subhanahu wa ta'ala menuntun kita, untuk bijak dalam membagi waktu.

Waktu untuk bekerja dan aktu untuk istirahat. Namun untuk memaknai waktu, setiap orang punya perbedaan. 

Ada yang memaknai waktunya dengan sangat baik, adapula sebaliknya yaitu lalai memaknai waktu. 

Sementara waktu terus mengalir menuju akhir, tidak bisa dihentikan walau sebentar, apalagi diulang walau hanya sedetik. Lakukan sebaik yang kamu bisa, ya.

Waktu akan terasa seperti pedang bila lalai memaknainya. Bahkan masalah waktu, Allah Subhanahu wa ta'ala buatkan khusus dalam satu surat, yaitu Quran Surat Al-‘Ashr, yang artinya masa atau waktu.

Karena sebagian orang bisa memaknainya dengan baik, hasilnya mereka bisa terus memberikan kebermanfaatan bagi orang lain dan jadi pemuda yang inspiratif. 

Namun bagi sebagaian yang lain, menganggap bahwa tidak ada waktu untuk menebar manfaat, waktu yang dimiliki tidak sebanyak orang lain, dan tanpa terasa, waktu habis untuk bersenang-senang dan bersantai-santai ria.

Padahal, Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan waktu yang sama antara kita dengan orang lain. 

Bedanya, orang yang mampu memaknai waktu bisa memanfaatkan waktunya lebih produktif daripada orang rata-rata. Siapkah kamu menjadi pemuda yang mampu memaknai waktu dengan baik?

2. Membangun dasar kepribadian

Pernahkah kalian mendengar atau membaca kalimat ini? ‘We first make our habbits, and then our habbits make us’ (John Dryen). Artinya, coba artikan sendiri yaa, hehe. 

Yap, kebiasaan akan membentuk kepribadian kita. Mulanya, kita yang membentuk kebiasaan namun lama-kelamaan kebiasaan itulah yang akhirnya membentuk kita.

Kepribadian menjadi dasar pemuda agar tak terombang-ambing pada perubahan zaman. 

Liriklah keseharian kita, aktivitas yang biasa dilakukan, kesenangan kita, nilai-nilai moral yang kita terapkan, dan berbagai sifat mulia yang seharusnya melekat pada diri kita; apakah sudah terbangun dengan kokoh?

Karena sebagaimana tanaman yang bisa diprediksi kebermanfaatannya setelah tua, demikian pula kita para pemuda, kebiasaan kita hari ini bisa dilihat pada masa depan kita nanti. 

So, desain masa depan kita yang cemerlang dengan membangun dasar kepribadian yang baik dan luhur dari sekarang. Siap?

3. Menyelami samudera ilmu

Berbicara tentang ilmu, tentu kalian semua sudah tahu ya bahwa Ilmu-Nya luas sekali. 

Bahkan Allah Subhanahu wa ta'ala berbicara tentang ilmu-Nya dalam Al-Quran yang jika ditulis, lautan pun akan kurang sebagai tintanya. Sebab ilmu adalah kekuatan dari kemajuan peradaban.

Dalam sejarah kemajuan Islam pun, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam membangun Kota Madinah dengan Ilmu. 

Membebaskan rakyat dari masa jahiliyyah menjadi masa yang terang benderang karena Ilmu.

Pemuda yang bisa menjadi inspirasi ialah pemuda yang cerdas. Karena mereka memegang peranan yang sangat besar di tengah masyarakat dunia, karena memiliki kemampuan diluar rata-rata orang biasa. 

Mereka mendapatkan posisi itu karena ilmu pengetahuan. Bahkan Allah Subhanahu wa ta'ala akan mengangkat beberapa derajat mereka yang menuntut ilmu.

Ada pepatah mengatakan, “Apabila ilmu pengetahuan berhasil digenggam suatu bangsa, bisalah mereka memiliki pengaruh yang besar bagi dunia”. 

Tentu ini sanagat selaras dengan mereka yang ingin menjadi pemuda yang menginspirasi.

4. Pray and Action

Dan inilah kunci paling penting! Berdoa dan berusaha. Jika hanya berdoa tanpa berusaha, maka sia-sia. Jika hanya berusaha tanpa berdoa, sama saja itu sebuah kesombongan. 

Untuk itu, harus diselaraskan jika memiliki ilmu, maka amalkan walau sedikit. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit, kan?

Ilmu bila tidak diamalkan, sama seperti pohon tak berbuah, ada yang ingat pepatah arab nya bagaimana? Setelah belajar, yaa diamalkan dong pastinya. 

Menginspirasi sama seperti mengedukasi. Akibatnya, jika kita menjadi pemuda yang menginspirasi hal-hal yang buruk, maka yang mendapat inspirasi pun akan melakukan hal yang sama.

Berbeda dengan pemuda yang menginspirasi hal-hal yang baik, Ia akan disaksikan oleh para malaikat sebagai pemuda yang menginspirasi di dunia dan juga di akhirat karena mengedukasi kebaikan pada manusia.

5. Kesabaran

The last, but no the least, kesabaran, sikap pantang menyerah dan kerja keras adalah kombinasi untuk sukses yang tidak terkalahkan. So, semangat selalu untuk menginspirasi banyak manusia, Ya! 


Penulis: Aslima Sadilah

Penyunting: Redaksi Asosiasi Remaja Masjid Istiqlal Jakarta

Posting Komentar

0 Komentar