Kisah dan Hikmah Setelah Ramadhan


Assalamu'alaikum sobat ARMI, bagaimana hari raya yang sudah dilalui? Semoga senantiasa diliputi kebahagiaan ya. Kami segenap keluarga besar Asosiasi Remaja Masjid Istiqlal (ARMI) mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1441 H. Taqoballahu minna wâmingkum Taqobbal yaa kariim, Minal Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.

Bagaimana Kondisimu Pasca Lulus dari Ramadhan?

Gema takbir terkenang, berkumandang di seluruh penjuru dengan menyuarakan kalimat kebesaran Allah, sebagai tanda kemenangan umat Islam yang telah menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan, khususnya ibadah puasa.

Kemenangan pada hari raya, bisa diibaratkan sebagai perayaan wisuda kelulusan bagi seorang pembelajar, yang sudah melewati banyak kompetensi selama masa pendidikan. Hal ini tentunya membuat bahagia bagi setiap orang yang sudah berhasil menggapai kelulusannya.

Lalu bagaimana dengan situasi setelah Ramadhan? Kebahagiaan apa yang didapat dan dikenang selama Ramadhan bertamu?

Membahas kebahagiaan di hari kemenangan, tentunya menjadi hal yang unik dan banyak diketahui oleh masyarakat luas.

Namun, bagi sebagian yang lain, khususnya di Indonesia, mungkin pengetahuan seputar hari raya baru sebatas terlihat dari tradisi yang dilakukan umat muslim, seperti semarak mudik, riuknya suasana pasar dibanyak tempat, atau meriahnya gema takbir.

Kemudian ramainya jamaah sholat Idulfitri di setiap tanah lapang atau masjid, pernak-pernik pakaian baru, tradisi silaturahmi, adanya makanan ketupat dan banyaknya kue khas lebaran, dan banyak tradisi lain yang sering menjadi ciri khas dan simbol kebahagiaan.

Namun, karena Idulfitri tahun ini kita jalani dengan kondisi PSBB masa Pandemi Covid-19, tentunya beberapa kebiasaan tersebut tidak terlihat lagi.

Dengan kondisi yang berbeda, tak dipungkiri jika kita merasakan bahagia dan sedih secara bersama. Mengapa?

Tujuan dan Kebahagiaan Saat Ramadhan

Allah Subhanahu wa Ta'ala menghadirkan bulan Ramadhan dengan adanya tujuan. Yaitu mendidik umat Islam yang beriman agar ketakwaannya menjadi lebih kuat.

Kita ketahui bersama bahwa Allah melipatgandakan pahala yang spesial dan super fantastis untuk setiap muslim yang dengan ikhlas menjalankan rangkaian ibadah selama Ramadhan, khususnya dengan kewajiban ibadah puasa. Lalu apa saja kenikmatan yang Allah berikan kepada kita selama Ramadhan?

1. Melipatgandakan Ampunan dan Pahala

Selama satu bulan, bahagia kita dapat rasakan karena disetiap detiknya di bulan Ramadhan, Allah sangat memudahkan kita untuk benar-benar meningkatkan ketakwaan dan meraih rida-Nya.

Allah memberi kita nikmat dan terus menyemangati kita di bulan yang Ia muliakan. Misalnya, Allah memberi limpahan ampunan bagi orang yang berpuasa.

Kemudian Allah juga memberi limpahan pahala bagi orang yang membaca Alquran, Allah menjamin orang yang beribadah di bulan Ramadhan dengan jaminan surga.

2. Menebar Bahagia pada Lailatulqadar

Kemudian Allah memotivasi kita dengan memberi kita kesempatan untuk bertemu pada satu malam yang jika kita beribadah dimalam tersebut, maka akan setara dengan beribadah selama 1000 bulan.

Kemudian kita ketahui, masih banyak lagi keutamaan ibadah yang Allah limpahkan pada bulan Ramadhan.

Dari situ, kita bisa memahami bahwasanya makna kebahagiaan bagi umat muslim setelah bertemu dengan bulan Ramadhan, ialah saat berhasil memenuhi perintah Allah untuk beribadah sesuai dengan tuntunan, guna meraih rida Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Kemudian, ternyata kebahagiaan seorang muslim bisa diraih dalam kondisi dan situasi apapun, karena rida dan kasih sayang Allah selalu datang  dalam segala situasi dan kondisi.

Kesedihan Umat Muslim Setelah Ramadhan Pamit

Lalu, bagaimana dengan kesedihan pasca berlalunya Ramadhan? Mengapa umat muslim juga merasakan kesedihan yang berbarengan dengan kebahagiaan?

Hal itu bisa terjadi karena saat seorang muslim sudah memaksimalkan ibadahnya selama Ramadhan, pastinya akan sangat kehilangan dan terus merindukan setiap momen indah pada bulan Ramadhan.

Yaitu pada setiap khusyuknya kita beribadah, dalam setiap kebaikan yang dilakukan bersama-sama tanpa pamrih, dalam setiap kedekatan dan diistimewakannya kita oleh Allah karena diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan yang begitu Ia muliakan.

Untuk itu, mengenang Ramadhan dan hari raya Idulfitri yang kita lakukan dalam situasi yang berbeda, kita tetap bisa mendapatkan hikmah dan harus bisa menerapkan kebaikan di bulan-bulan setelahnya dengan harapan menjadi hamba Allah yang bertakwa.

Semoga semua amal ibadah kita selama Ramadhan diberkahi Allah Subhanahu wa Ta'ala dan semua dosa-dosa kita yang telah lalu dapat diampuni Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.

Penulis : Muhammad Dzul Qarnain
Penyunting : Redaksi Asosiasi Remaja Masjid Istiqlal

Posting Komentar

2 Komentar