KH Nasaruddin: Remaja Istiqlal Sebagai Pemegang Estafet Kepemimpinan


Jakarta, Remaja Masjid Istiqlal (ARMI) - Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menyampaikan bahwasanya Remaja Masjid Istiqlal merupakan pihak yang akan menggantikan estafet kepemimpinan di Masjid Istiqlal.

"Yang akan menggantikan estafet kepemimpinan kami yang ada di sini (Istiqlal) adalah kalian semua, oleh karena itu saya ingin kalian semua betul-betul menciptakan kader yang prima di Istiqlal," ujarnya dalam kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Remaja Masjid Istiqlal, di Jakarta, Jumat (3/12/2021).

Pentingnya peran remaja di Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin berpesan agar remaja memiliki sifat Al-Qawiy (kuat) dan Al-Amiin (jujur). Hal itu sebagaimana yang Allah firmankan dalam QS. Al-Qasas: 26, artinya sebagai berikut.

"Dan salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata, 'Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya.'" (QS. Al-Qasas: 26).

Dari ayat di atas, KH Nasaruddin menyampaikan, orang yang kuat dan jujur layak dijadikan sebagai tauladan. "Yang paling layak kita jadikan sebagai pemimpin, pengelola untuk mengelola apapun, misalnya organisasi dan institusi, adalah orang yang jujur, kuat," ungkapnya.

"Al-Amin, seakar kata dengan amanah, mukmin, aman, iman. Jadi, orang yang memiliki sifat Al-Amin ialah orang beriman, amanah dan memiliki keimanan, sehingga orang merasa aman. Nabi Muhammad saw lebih dulu mendapat gelar Al-Amin." Oleh karenanya Imam Besar Masjid Istiqlal mengajak remaja untuk meniru Rasulullah saw.

Selain menjadi pemuda yang jujur dan kuat, KH Nasaruddin juga mengamanahkan agar remaja terus berani berinovasi. "Ananda remaja Istiqlal, beranilah melakukan suatu inovasi. Saya juga berpesan agar berani berpikir lain dan berprestasi."


"Mengikuti 42 kegiatan New Istiqlal yang khusus untuk remaja. Seperti hadroh yang sering tampil setiap malam Jumat mengiringi shalawatan kita (di Lantai Utama Masjid Istiqlal, hal itu) luar biasa," lanjut KH Nasaruddin.

Di samping itu, Dewi Anggaraini selaku donatur dari terselenggaranya ARMI  Dakwah Simulation (ADS) juga mengapresiasi kegiatan yang dilakukan.


"Berlangsungnya ADS bisa menjadi wadah teman-teman supaya bisa menjadi pemuda pemudi muslim yang hebat. Bisa tumbuh dan berkembang bersama menjadi pemuda muslim yang berkualitas, berilmu dan berakhlak mulia, sehingga bisa mengemban dakwah dengan masa yang luas dan menjaga jiwa muslim yang kuat," papar Dewi.

"Sebagaimana yang kita tahu, pemuda-pemudi muslim merupakan aset bangsa, terutama umat muslim. (Mereka) memiliki peran penting sebagai penggerak bangsa, cermin eksistensi Islam sebagai pengemban dakwah, oleh karena itu pemuda pemudi muslim harus dijaga dan dikembangkan potensinya," terang Dewi. 



Penulis: Nurul Fajriyah

Foto: Abdul Rohim

Penyunting: Redaksi Media Kreatif ARMI

Posting Komentar

0 Komentar