MTPI 3: Sudahi Sedihmu, Bangkitlah Bersamaku


Jakarta, Remaja Masjid Istiqlal-Sebagai manusia yang terus berproses, wajar jika kita jumpai duka ataupun luka dalam liku kehidupan. Karena sejatinya, manusia hanyalah hamba-Nya yang lemah, dan senantiasa membutuhkan pertolongan-Nya.

Sobat ARMI, jika kamu sedang bersedih hati, jangan khawatir untuk mencoba bangkit. Sebagaimana hal ini juga sudah Allah subhanahu wa ta'ala firmankan pada Qs. Ali Imran ayat 139, artinya sebagai berikut.

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman." (Qs. Ali Imran: 139)

Dalam sejarahnya, ayat tersebut menceritakan suasana duka yang dialami para sahabat setelah perang Uhud. Kemudian Allah menghibur mereka dengan sebuah peringatan untuk tidak bersikap lemah ataupun bersedih hati, karena sesungguhnya Allah memuliakan mereka atas keteguhan mereka dalam beriman dan bertakwa kepada Allah.

Ayat tersebut juga bisa kita jadikan sumber semangat untuk kembali bangkit dari segala masalah yang dijumpai. Bahwasannya Allah subhanahu wa ta'ala tidak pernah membiarkan hamba-Nya termenung seorang diri. Ia pasti senantiasa mengawasi dan menjaga kita dengan sebaik-baik penjagaan-Nya. 

Allah juga pasti terus memuliakan hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.

Selain itu, yakinlah bahwa Allah subhanahu wa ta'ala juga sudah menakar setiap ujian yang ditimpakan atasmu, karena Allah Maha Mengetahui, bahwasannya kamu mampu. Allah berfirman pada Qs. Al-Baqarah: 286, artinya sebagai berikut.

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya..." (Qs. Al-Baqarah: 286).

Jika kita telaah bersama arti dari ayat di atas, kita bisa ketahui bahwasannya Allah hanya meminta kita untuk terus berusaha, dan selanjutnya Allah sudah mempersiapkan ketetapan terbaik-Nya.

Bangkit dan Melangkahnya Sang Pemuda

Berikutnya, bagi seorang pemuda, kita bukan hanya diwajibkan untuk bangkit, melainkan harus melanjutkan langkah dan berperan. Kenapa?

Karena sesungguhnya masing-masing dari kita memiliki peran besar dalam mengubah tatanan diri ataupun masyarakat ke arah yang lebih baik. Sebagaimana firman Allah pada Qs. Al Kahfi ayat 13, artinya sebagai berikut.

"Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka." (QS. Al-Kahfi: 13)

Dari kisah pemuda Al-Kahfi tersebut, jika kita seimbangkan dengan kondisi pemuda saat ini, kita bisa dapati hikmah untuk terus menetapkan Allah subhanahu wa ta'ala sebagai satu-satunya tujuan. 

Kita bisa pahami bahwasannya setiap kegagalan atau duka yang dialami, merupakan bagian alur-Nya yang dirancang untuk kita dalam berproses mencapai dermaga cita yang dituju.

Tetap semangat memantapkan iman, mengais satu demi satu hikmah dalam perjalanan hidup, terus berproses dengan niat yang tulus untuk menjadi hamba-Nya yang bermanfaat, berjalan di atas keridaan-Nya. Terus sertakan ketenangan, kesabaran dan keikhlasan. Segala hal baik semoga senantiasa Ia tuntun dengan cara-Nya yang terbaik untuk menuju muara kebaikan yang telah Ia gariskan.


Tulisan ini terinspirasi dari penyampaian pesan yang dibawakan oleh narasumber MTPI, diantaranya Wildan Kholid, Meyda Sefira, dan Dhita Mutiara Nabella, yang diselenggarakan secara daring pada Ahad, (6/6/2021).

Penulis: Nurul Fajriyah

Penyunting: Tim Media Kreatif Remaja Masjid Istiqlal

Posting Komentar

0 Komentar