Bekal Menyambut Ramadan, Bulan Penuh Ampunan




Jakarta - Bulan Syaban sudah hampir usai, menjadi tanda bahagia bahwa sebentar lagi Allah perkenankan kita untuk kembali jumpai Ramadan, bulan yang suci dan penuh keberkahan.

Menyambut Ramadan, banyak orang sudah mulai mempersiapkan diri dengan melakukan amal-amal kebaikan yang diperintahkan oleh-Nya. Misalnya saja dalam beramal, berdzikir, menunaikan salat sunnah, membiasakan diri dalam berpuasa, dan sebagainya.

Menyusul mereka, kita bisa berkaca pada masing-masing diri, apakah kita sudah mulai berbenah untuk memantaskan diri? Atau kita melewatinya tanpa membekaskan suatu amal karena ketidaktahuan kita? Semoga Allah senantiasa mudahkan langkah kita dalam berbuat kebaikan, ya. 

Nah, teman-teman juga jangan khawatir. Tidak ada kata terlambat untuk memulai, kita bisa mulai dari sekarang, dan memulai hal-hal baik dari cara yang sederhana. Kita bisa jadikan ketidaktahuan sebagai perisai untuk terus melangkah dan belajar. Khususnya tentang mempersiapkan diri dalam menghadapi bulan Ramadan.

Sebagaimana yang dikatakan Ustaz H. Djamalullail, M.Pd.I, dalam kajian di Majelis Taklim Pemuda Istiqlal (MTPI) tentang "Pantaskah Aku Menemui Ramadan", yang dilangsungkan secara daring pada Ahad, (28/3/2021), beliau menyampaikan bahwa setiap kita pantas untuk bertemu dengan Ramadan.

"Setiap dari kita pantas untuk bertemu Ramadan, untuk mempersiapkan kehadirannya, kita juga perlu berbenah diri, dengan mengerjakan amal-amal yang sudah Allah perintahkan, dan menjauhi segala yang sudah Allah larang (untuk dikerjakan)," ujar Ustaz Djamalullail, di Jakarta, Ahad (28/3/2021).


Adapun mengenai persiapan menyambut Ramadan itu, Ustaz Djamalullail menyebutkan ada beberapa hal yang dapat dipersiapkan, diantaranya sebagai berikut.

1. Tingkatkan Iman

Sebagaimana yang kita tahu, bulan Ramadan dikenal sebagai bulan yang suci dan penuh ampunan. Pada bulan ini, Allah juga lipatgandakan setiap amal manusia. Allah limpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kita dianjurkan untuk 'memborong' banyak amal kebaikan.

Dalam menjalani aktivitas Ramadan, Ustaz Djamalullail mengatakan bahwa kita memerlukan keteguhan iman, karena bulan ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan. Untuk itu, mari luruskan niat semata-mata mengharap rida Allah Subhanallah Wa ta'ala.

"Teguhkan hati untuk senantiasa bertaut dalam naungan Allah Subhanahu wa Ta'ala, kita terus menjalankan perintah Allah, dan mengamalkan sunah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa salam," pesan Ustaz Djamalullail.

 

2. Memperbaharui Ilmu

Kemudian, selain meningkatkan keimanan, langkah selanjutnya yang bisa kita lakukan ialah memperbarui ilmu, khususnya tentang pemahaman ibadah. Hal ini sangat berguna, karena Allah juga menganjurkan kita untuk beramal dengan landasan ilmu.

"Insyaallah jika kita terus tingkatkan pemahaman tentang ibadah kita. Kita akan merasakan kenyamanan dan ketenangan dalam beribadah," ujar Ustaz Djamalullail.

 

3. Bertaubat

Berlanjut, hal yang bisa kita tempuh untuk menyambut Ramadan, ialah dengan bertaubat guna menyucikan raga maupun jiwa. Teruslah berupaya untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan juga berbuat baik pada sesama. Kenapa berbuat baik pada sesama juga menjadi hal penting? Karena sebagai seorang manusia, Allah tidak hanya memerintah kita untuk memiliki hubungan yang baik dengan-Nya (habluminallahu) namun juga berhubungan baik dengan manusia dan mahluk Allah lainnya (hablumminannas).

Sebagai manusia yang tidak luput dari salah dan khilaf, kita juga dianjurkan untuk meminta maaf kepada orang disekitar kita, seperti orangtua, guru, tetangga dan teman-teman.

 

4. Membuat Manajemen Amal

Langkah selanjutnya yang bisa kita tempuh adalah membuat manajemen amal. Kenapa? Karena pada bulan Ramadan, Allah hadirkan banyak keistimewaan, Allah melipatgandakan setiap amal, maka agar kita terhitung sukses dalam memanfaatkan Ramadan, kita perlu suatu perencanaan mengenai amalan apa yang akan dilaksanakan, dan cara merealisasikannya.

Misal, target pada bulan Ramadan tahun ini dapat satu kali khatam membaca Alquran, kemudian rencanakan pula cara kita untuk dapat mencapainya. Perhitungkan kapan dan dimana saja membacanya. Dengan begitu, diharapkan, dapat menjalani hari-hari di bulan Ramadan dengan lebih optimal dan produktif.

 

5. Persiapkan Doa

Berikutnya, mempersiapkan doa. Hal ini tak kalah pentingnya dari persiapan-persiapan yang sebelumnya disebutkan. Sebelumnya, kita sudah bahas bersama, bahwa Allah meluaskan pintu rahmat-Nya pada bulan Ramadan. Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kita untuk senantiasa melangitkan doa, dan memanjatkan setiap harap pada-Nya.

Untuk itu, sebelum memasuki bulan Ramadan, kita dapat membuat rincian doa-doa yang akan dipanjatkan, jangan sampai kita menyia-nyiakan bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

 

6. Rezeki yang Baik dan Halal

Masuk pada poin ke-enam, kita juga perlu menyiapkan rezeki yang baik dan halal untuk bekal selama bulan Ramadan. Selain menguatkan ibadah, meningkatkan keimanan, dan berbuat baik pada sesama, kita juga perlu pastikan, kebaikan dan kehalalan makanan dan minuman yang dikonsumsi ketika sahur ataupun berbuka. Pun rezeki yang dipakai untuk bersedekah, pastikan itu adalah rezeki yang baik juga halal.

Kenapa? Karena jika makanan yang dikonsumsi sudah mengandung dua kriteria tersebut, insyaallah hati tidak akan gelisah dan tentunya tubuh akan senantiasa sehat, pun ketika bersedekah menggunakan rezeki yang halal, insyaallah akan membawa keberkahan.

 

Sebagaimana firman Allah pada Surah Al-Maidah ayat 88, yang artinya:

"Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya."


Begitulah 6 pesan dari Ustaz Djamalullail mengenai persiapan yang bisa kita lakukan untuk menyambut bulan yang penuh berkah, Ramadan. Semoga kita dapat diperkenankan bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan iman yang baik dan tubuh yang sehat. Selamat mempersiapkan segala persiapan-persiapannya, sobat!

Semangat membenahi diri menyambut bulan yang suci, penulis mewakili Asosiasi Remaja Masjid Istiqlal haturkan maaf bagi para pembaca, jika pernah ada khilaf perbuatan dan ucapan yang membekas dalam hati. Semoga Allah mudahkan segala usaha dalam memperbaiki diri, dan Allah luaskan jiwa kita supaya niat dan tujuan kita hanya untuk terpaut pada-Nya saja.

Penulis             : Dwi Agustin

Editor              : Nurul Fajriyah

Posting Komentar

0 Komentar