Menjaga Kesehatan Mental Remaja, Yuk Simak Caranya



Jakarta- Berbicara tentang kesehatan mental pada remaja, merupakan hal unik dan penting untuk dibahas. Sebagaimana yang kita tahu, masa remaja identik dengan adanya perubahan dan penyesuaian yang terjadi secara psikologis, emosional, maupun finansial. 

Atau bisa dikenal dengan pembentukkan jati diri untuk bekal saat dewasa, dan tidak menutup kemungkinan bahwa masa ini merupakan masa penentuan 'baik dan buruknya' kehidupan seorang remaja saat dia beranjak dewasa. 

Uniknya, dalam kehidupan ini kita ketahui bahwa, tidak semua kehidupan berjalan dengan semestinya. 

Disetiap likunya, seseorang akan bertemu banyak 'perihal' yang bisa menimbulkan dua akibat, antara memaknainya sebagai pendewasaan diri, atau bahkan menyalahartikan sehingga memiliki alasan untuk terpuruk.

Sebagaimana bunga yang mekar, bunga membutuhkan proses untuk bisa smpai pada rekah yang utuh. Pun, kita, yang mungkin sudah terbiasa dengan kegagalan, suatu cobaan, atau kebingungan.

Untuk menjaga kesehatan mental kita sebagai seorang remaja saat dihadapi dengan kegagalan, cobaan, dan kebingungan saat berproses, kita bisa memulainya dengan keyakinan bahwa hal itu merupakan suatu jembatan dalam mencapai suatu tujuan.

"Hakikatnya dalam hidup ini, memang tidak ada yang 'seketika', semuanya pasti bertahap. Sehingga semua orang akan menempuh prosesnya masing-masing."

Khusnudzon Terhadap Allah

Berprasangka baik kepada Allah bisa menjadi salah satu cara penenang diri saat mencoba menjaga kesehatan mental. Sebagai tim yang baik bagi diri, kamu bisa terus bantu ingatkan dirimu untuk terus berprasangka baik kepada Allah. 

Yakinilah bahwasanya dalam menghadapi kehidupan yang terjal, Allah memiliki beragam cara untuk mendewasakan hamba-Nya, dan percayalah, bahwa kamu merupakan hamba-Nya yang paling tepat, kuat nan bijaksana untuk melewati ujian-Nya.

Sesuai dengan firman Allah pada Qs Al-Baqarah: 286,

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ...”

Namun, jika kamu mulai merasa khawatir, cobalah untuk meminta pertolongan kepada Allah, dan tetap berprasangka baik kepada-Nya. Allah berfirman dalam Qs Thaha: 46, "Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat."

Dengan demikian kita bisa yakini diri, bahwasanya Allah bersama kita di setiap kondisi. Allah selalu mendengar, Allah selalu melihat, Allah sangat perhatian dan sangat menyayangi hamba-Nya.

Dengan prasangka yang baik, kita bisa membantu mental kita untuk terus sehat, pikiran kita tentram, dan tentunya hidup kita juga nyaman. 

Menjaga komunikasi dengan Allah, akan jauh lebih baik dan mudah untuk membuat mental kita tetap sehat dan terjaga.

Menjaga Kesehatan Mental bagi Remaja

Kemudian, menjaga kesehatan mental merupakan tindakan yang harus kita disiplinkan sejak dini. 

Dengan menjaga kesehatan mental, kita juga bisa terus belajar untuk mencintai dan mendewasakan diri kita, dan pada akhirnya, hal itu bisa membantu kita untuk terus berucap syukur kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Nah, untuk menjaga kesehatan mental, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai remaja, berikut diantaranya.

1. Menjaga Kesehatan Fisik dengan Melakukan Aktivitas Positif

Pada poin pertama ini, kamu harus tahu bahwa sehat secara fisik, dapat mempengaruhi kesehatan mental. Fisik yang sehat dapat terbentuk dari aktivitas yang dilakukan, seperti olahraga, tidur yang cukup, sampai mengonsumsi makanan yang baik dan halal. 

Hal ini juga sudah Allah perintahkan dalam firmannya di Qs. An-Nahl : 114, 

"Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."

Bahkan dalam pepatah Arab dikatakan bahwa, "akal yang sehat terdapat pada jiwa (badan) yang sehat."

2. Memiliki Kemampuan Untuk Mengatasi Masalah.

Dalam mengatasi masalah, kita bisa pahami bahwa secara fitrah, diri kita sudah memiliki kemampuan dalam mencari solusi dari suatu permasalahan. Namun, terkadang, pikiran dan kondisi hati yang tidak tenang dapat menutup kemampuan itu. 

Dari konflik tersebut, dan sebagaimana fitrahnya manusia yang membutuhkan manusia lain, kita bisa meminta bantuan orang lain untuk membantu kita keluar dari suatu permasalahan. 

Atau, saat kamu dihadapkan dengan suatu masalah dan kamu merasa tidak memiliki siapapun yang kamu percaya, kamu bisa mengonsultasikannya dengan orang yang ahli dibidangnya.

Dengan begitu, kamu bisa merasa tenang, dan diharapkan mereka bisa mengarahkanmu pada pikiran-pikiran yang positif dan membangkitkan semangat kamu kembali secara perlahan. 

Selain itu, kita juga bisa meminta pertolongan kepada Allah supaya Ia bisa senantiasa mengarahkan diri kita untuk kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Mengapa? Karena sesungguhnya, hanya Allah yang bisa memberikan ketenangan. Dimanapun kita berada, Allah pasti senantiasa dekat dengan hamba-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman pada QS. Al-Baqarah: Ayat 186,

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran."

3. Menjaga hubungan baik dengan orang lain. 

Sebagai mahluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain, secara psikologis, kita memang butuh diakui keberadaannya. Sehingga Allah juga telah mengatur bagaimana sesama manusia saling berinteraksi. 

Mulai dari menjaga lisannya agar tidak saling menyakiti hati, bahkan sampai beradu fisik. Sebab bagi mereka yang melakukan kebaikan, akan Allah beri kebaikan pula, seperti firman Allah dalam QS. Ar-Rahman: 60 yang artinya,

"Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)."

4. Jadikan Alquran Sebagai Rekan Baik Kamu

Selain menerapkan tiga cara di atas, ada hal yang juga penting, yaitu jadikan Alquran sebagai pedoman hidup, sebagai teman hidup, dan selalu menjaga waktu dengan Alquran di setiap saat. Seperti dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala pada Qs Yunus: 57, 

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

5. Sabar dan Sholat

Kata 'sabar' mungkin kuno untuk disampaikan, namun terkadang kata itu begitu menenangkan. Kemudian, uniknya, Allah juga meminta kita untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong. Allah berfirman pada Qs Al-Baqarah : 153,

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

6. Ingat, Ada Allah

Cara selanjutnya menjaga kesehatan mental kita adalah dengan terus mengingat Allah. Dalam Qs Ar-Ra’ad: 28, Allah berfirman bahwa dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenteram.

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (Qs Ar-Ra’ad: 28)

Berikut cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kesehatan mental kamu. Terus semangat menjalani hidup, ya. Saat kita menghadapi masalah besar, jangan ragu untuk katakan "Hei masalah besar, aku punya Allah yang Maha Besar."

Kamu pasti bisa menjalaninya. Semangat.



Penulis: Reqy Syavira Nurafifah Sumarna, dan Aslima Sadilah

Penyunting: Redaksi Asosiasi Remaja Masjid Istiqlal


Posting Komentar

0 Komentar