Antara Ibadah, Doa, Keyakinan dan Kejujuran

Dokumentasi Rihlah ARMI/12/2020/Abdul Rohim


Bogor-Terdapat beragam cara untuk menambah eratnya kekeluargaan dalam sebuah organisasi. Salah satunya kegiatan yang didalamnya terdapat hikmah untuk saling menghargai dan memahami. Pembekalan pengurus Asosiasi Remaja Masjid Istiqlal juga berisikan hal baik tersebut. Dalam salah satu kegiatan pembekalan, ada pemaparan pesan kebaikan dari anggota Kaderisasi Pengembangan Sumber Daya Manusia (KPSDM), Muhammad Abdul Rozak Thoyyibi.

Dalam penyampaiannya, Rozak Thoyyibi berkata bahwa pada hakikatnya semua ibadah adalah doa. “Dan tentunya kita juga tahu tata cara berdoa, seperti memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala, mengucapkan sholawat, dan lainnya.”

Cara Memperkuat Doa dengan Keyakinan dan Kejujuran

Kemudian, Rozak Thoyyibi  juga menyampaikan ada beberapa cara agar doa yang kita haturkan bisa kuat nan kokoh.

Sebagaimana perkataan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam, “Intasduqillaha Yasdukka.” yang berarti, “jika engkau jujur kepada Allah, niscaya Allah akan jujur kepadamu.” (HR. An-Nasai)

Dari hadist tersebut, Rozak Thoyyibi mengatakan bahwa dalam berdoa, kita diharuskan memiliki keyakinan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Yakin ke Allah, berdoa sesuai dengan isi hati kita yang paling dalam, tidak meragukan kuasaAllah, bahwasannya (memang hanya) Allah yang maha segala-galanya,” ujar Rozak Thoyyibi, di Bogor, Sabtu (12/12/2020).

Disisi lain, Rozak Thoyyibi mengatakan bahwa tanpa sadar terkadang kita pernah membatalkan sebuah doa. “Setelah kita berdoa, setelah kita minta ke Allah, terkadang kita mempertanyakan doa kita, seperti ‘benar atau tidak ya?’, ‘Apa iya benar-benar akan dapat?’, dan semua pertanyaan-pertanyaan pesimistik lainnya yang tanpa kita sadari itu ternyata (wujud dari) membatalkan doa kita.”

Kemudian Rozak Thoyyibi berpesan untuk memiliki keyakinan penuh terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dengan begitu pasti segala hal yang kita minta, segala hal yang kita impikan itu, pasti menjadi kenyataan, in syaa Allah.

“Seberapa yakin (yang perlu digunakan)? (Jawabannya adalah) harus sangat yakin. Allah sendiri juga berfirman, bahwasannya Allah itu sesuai dengan prasangkan hamba-Nya. Ingat lho, Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya, yang penting yakin, kalau sudah yakin semua akan kita dapat, seperti ketenangan, kesabaran, keikhlasan, pasti dapat semuanya,” ujar Rozak Thoyyibi.

Kemudian Rozak Thoyyibi melanjutkan, istimewanya kejujuran dan keyakinan dalam berdoa adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan tetap mengabulkan doa yang tidak terlisankan. “Contohnya, ketika saat umat Islam masih berkiblat ke Masjidil Aqsa, saat itu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam selalu melihat langit, dan ternyata Allah tahu isi hati Rasulullah, dan turunlah Qs. Al-Baqarah Ayat 144.”

Adapun arti yang tertulis dalam Qs Al-Baqarah:144 ialah sebagai berikut,

“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”

Selain itu, Rozak Thoyyibi mengingatkan, sebagaimana yang kita tahu bahwa ucapan itu adalah doa dan dunia itu selalu berputar. “Maksudnya, setiap kita melakukan sesuatu, pasti (hal tersebut) akan kembali kepada kita. Setiap kita mengatakan sesuatu, pasti (sesuatu tersebut) akan berbalik kepada kita.”

Maka sesuai dengan sabda Rasulullah, “…fal yaqul khairan au liyasmut,” yang artinya, “berkatalah yang baik atau diam.”

“Maka teman-teman, selalulah ucapkan perkataan yang baik, karena setiap perkataan itu adalah doa dan akanberbalik kepada kita juga,” tutup Rozak Thoyyibi.


Penulis: Nurul Fajriyah

Penyunting: Tim Redaksi Asosiasi Remaja Masjid Istiqlal

Posting Komentar

1 Komentar