Ramadan Segera Pamit, Berikut Kiat Agar Diri Tetap Istiqomah



Jakarta-"Marhaban ya Ramadan," Rasanya baru saja membaca spanduk dan baliho-baliho terpampang memperingati selamat datang bulan berkah yang penuh dengan kemuliaan.

Tiba-tiba saja sebenar lagi sudah berganti menjadi "Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan bathin."

Tidak terasa, itulah kalimat yang selalu dilontarkan oleh banyak orang ketika bulan Ramadan sudah hampir berakhir. Baik yang menjalankan ibadah puasa maupun yang tidak.

Tidak sedikit dari kita yang sangat mengeluhkan beratnya mengajak diri unuk istiqomah dalam ketaatan setelah berlalunya bulan Ramadan.

Ketika Ramadan, kita mudah untuk berpuasa, mudah melangkahkan kaki untuk salat tarawih berjamaah, serta kegiatan beribadah lain yang mudah kita kerjakan. Terutama dikerjakan bersama kelurga di rumah, maa syaa Allah nikmatnya.

Lalu, bagaimana agar kita tetap istiqamah meski Ramadan akan pergi? Yuk, simak tips berikut. 

1. Memohon pertolongan kepada Allah

Memohon perolongan kepada Allah Subhanahu wa a'ala ini sangat kita perlukan. Hal itu perlu karena sebagai Sang Khalik, Allahlah yang maha berhak untuk memberi hidayah bagi hamba-hamba yang Ia kehendaki.

"hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan." (Qs. Al-fatihah: 5)

2. Berjihad melawan nafsu

Hawa nafsu yang senantiasa mengajak kepada keburukan harus kita hindari. Yakinkan diri bahwa kita ialah hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Mari ngekokohkan iman di bulan ramadhan.

3. Bersabar di atas ketaatan 

Ketika kita ingin rajin membaca Al-Qur'an, kita harus sering berlatih, dan juga terus menjaga kesabaran serta sifat ikhlas dalam menjalani setiap proses saat kita berlatih.

4. Berteman dengan orang yang sholih dan sholihah

Karena dengan pertemanan, lambat laun kita akan terbawa pada kebiasaannya yang baik sehari-hari.

Rasulullah shalallaahu ’alaihi wasallam bersabda,

لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا

 “Janganlah engkau bergaul kecuali dengan seorang mukmin.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, Hasan).

Nabi shalalallaahu ’alaihi wasallam menjelaskan kepada kita agar dapat memilah persahabatan, yaitu dalam lingkungan yang baik, dengan berteman bersama orang-orang mukmin yang bertaqwa.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wa sallam bersabda,

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian.” (HR. Abu Daud)

Namun, tahukah kamu sahabat, akan lebih bermanfaat hidup kita, jika kita memberi ruang dan kesempatan bagi diri untuk juga mengajak sahabat kita yang lain untuk ikut bersama berada di jalan ketakwaan, di jalan yang Ia ridai. 

Dengan berjamaah kita bisa mendapatkan kekuatan yang lebih dari Allah, jadi jangan sendirian melangkah dalam kebaikan ya.

5. Pilihlah amalan sunnah yang mampu kita kerjakan secara istiqomah

Karena amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang sedikit tapi terus berlanjut, seperti misalnya sebagai berikut.

- Kita hanya mampu bersedekah Rp50.000,- dalam sebulan, maka itulah yang kita rutinkan. 
- Kita membagikan makan siang untuk fakir miskin di setiap hari jum'at.

وَمَا يَزالُ عَبْدِي يتقرَّبُ إِلى بالنَّوافِل حَتَّى أُحِبَّه

“Dan hamba-Ku terus-menerus mendekat kepada-Ku dengan melakukan amalan-amalan sunnah sampai Aku mencintainya.” (HR. Bukhari 6502)

Karena amalan yang sedikit namun dilakukan terus menerus lebih baik, daripada amalan yang banyak namun dikerjakan hanya sekali, dua kali atau tiga kali kemudian bosan dan tidak melakukannya lagi.

6. Tetap berusaha istiqomah dan menjauhi sikap putus asa

Sudah tinggal menghitung hari, bulan Ramadan 1441H pamit, lalu jika kita belum khatam membaca Al-Qur'an, disinilah waktunya untuk kita harus lebih semangat dan jangan mudah putus asa, baik hari ini, besok, lusa, dan nanti. 

Kita harus berusaha untuk lebih giat membaca dan mentadaburi Al-Qur'an. Hingga akhirnya prinsip "Tiada Hari Tanpa Membaca Al-Qur'an" ini dapat terpatri di diri kita, untuk bisa dijalani disetiap harinya.

Semoga Allah selalu memudahkan kita menuju keistiqomahan, aamiin.


Penulis : Wahyu Amalia Sabila
Penyunting : Redaksi Asosiasi Remaja Masjid Istiqlal Jakarta

Posting Komentar

0 Komentar