Lawan Keterpurukan, Yakin Bahwa Diri Mampu



Setiap orang pasti memiliki air matanya masing-masing. Dari setiap duka, Allah tidak akan biarkan hamba-Nya terpuruk. Dalam setiap ujian Allah akan hadirkan solusi. Dalam setiap keputusasaan, Allah akan bangkitkan semangat dalam hidup seseorang, lagi dan selalu. Dalam perjalanannya, seseorang pasti memiliki motivasinya dalam hidup.

Motivasi ibarat powerbank yang digunakan untuk mengisi ulang daya gawai yang telah lemah. Motivasi juga bisa diibaratkan sebagai pupuk yang ditebarkan untuk menyuburkan tanaman. Ia bisa diibaratkan sebagai air, menyegarkan tumbuhan yang sudah mulai layu. Atau juga bisa diibaratkan sebagai bahan bakar yang dileburkan bersama api agar bisa terus membara.

Seringkali, kita berteman dengan kegagalan, putus asa menyapa dalam heningnya sunyi, keinginan yang tidak sesuai dengan harapan. Mendapat ketetapan yang tidak pernah direncanakan sebelumnya, merasa sendiri. Lalu apa? Hati mengatakan, jangan terpuruk.

Buka alquranmu dan Allah sudah beri kepastian di  QS At Taubah : 40

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah selalu bersama kita”.

Hapus kesedihan itu, tak perlu bersedih hati, akan ada hikmah setelah datang duka. Kembalikan segala urusan hanya kepada Allah dan yakini bahwa segala yang terjadi adalah ketetapan yang terbaik dari Nya.

Kemudian, saat duka itu membebani dirimu, jangan terpuruk dan menjadikannya masalah yang berat. Kuatkan dirimu, karena Allah tau kamu adalah orang yang mampu dalam mengemban ujian yang Allah berikan. Seperti pada QS. Al-Baqarah: 286.

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kadar kesanggupannya,”

Jelas sekali dalam firmah tersebut, Allah senantiasa mengasihi hamba Nya, Ia tidak akan diberikan ujian jika hamba-Nya tidak sanggup melewati. Karena itu tidak selayaknya kita berputus asa dalam menghadapi segala tantangan hidup.

 Allah juga jelaskan di  QS. Al Insyirah : 5.

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”.  Bahwa bersama kesulitan pasti akan ada kemudahan. hadapi ujian dengan ikhtiar, sertakan sabar dan syukur dalam setiap langkahmu.

Terus berusaha, tetap lakukan yang terbaik, jadilah manusia yang kuat, jadi teman baik bagi dirimu sendiri. sabar dan yakinlah, bahwa roda akan terus berputar, kayuh perahumu hingga sampai pada tepi. kamu bisa lakukan, kamu bisa dapati kemenangan. Seperti pada QS. Al Imraan : 200.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Bersabarlah kamu dan kuatkkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu menang”.

Jangan langsung tergesa-gesa membenci langkah yang ada padamu. Jangan langsung berburuk sangka pada ketetapan Allah, yakinlah bahwa setiap hal yang terjadi adalah ketetapan yang terbaik. semua akan berjalan baik-baik saja. Kita hanya harus yakini itu. Semua memiliki masa, dan setiap masa pasti sudah ada ketetapannya.

Allah menerangkannya pada QS Al Baqarah : 216.

وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).

Penulis : Sigit Dwi Prianto
Penyunting : Tim Redaksi Asosiasi Remaja Masjid Istiqlal Jakarta.

Posting Komentar

0 Komentar