Peringatan Isra Mi'raj : Upaya Melangitkan Hafalan Al-qur'an


Ribuan jamaah datang untuk menghadiri tablig akbar memperingati Isra Mi'raj di Masjid Istiqlal pada Rabu, 3 April 2019.

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِير
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (QS. Al-Isra : 1)

Dalam rangka memperingati Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad saw, BPPMI (Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal) bekerja sama dengan 
komunitas Indonesia Murojaah menggelar Tablig Akbar untuk memperingati hari Isra Mi'raj di lantai utama Masjid Istiqlal pada Rabu, 3 April 2019.

Dengan mengusung tema "Murojaah, Mi'raj-kan Hafalan Al-Quran ke Langit" , acara ini diselenggarakan bersama 10.000 penghafal alquran dari seluruh Indonesia dan dihadiri oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. K.H. Nasaruddin Umar MA serta founder Indonesia Murojaah, K.H. Deden M. Makhyaruddin.

Meriahnya acara tersebut juga didukung oleh hadirnya hafiz milenial Taqy Malik, dan Hufaz Juara Dunia, Ustaz Muhammad Luthfi, dan Ustaz Saihul Basyir.

Acara ini diselenggarakan sejak pukul 07:30 WIB, diawali dengan tilawah Qs. Ar-rahman, Al-mulk dan Al-waqiah secara bersama-sama, dilanjutkan  dengan khatam alquran  saat sebelumnya panitia telah membagikan kertas berupa  keterangan juz yang harus dibaca oleh setiap jamaah. Ayat suci yang dilantunkan begitu menenangkan hati, menggetarkan jiwa bagi siapapun yang mendengarkannya, sampai tak terasa, terlihat beberapa jamaah menitihkan air mata haru saat sedang khusuknya mengkhatamkan alquran.

Masuk ke acara selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan gubernur, Kepala Biro Dikmental Pemrov DKI Jakarta dan sambutan dari ketua BPPMI K.H. Asep Saepudin. Sambutan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiah yang disampaikan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. K.H. Nasaruddin Umar MA.

Tak selesai sampai disitu, Taqy Malik selaku hafiz juga ikut andil dalam membaca lantunan ayat suci alquran dan bercerita tentang pengalamannya dalam menghafal alquran sejak kecil. Dian, salah satu jamaah, menyampaikan bahwasannya dari apa yang Taqy sampaikan, pesan dan hikmah diterima dengan sangat baik. "Intinya dari apa yang beliau sampaikan, dalam melakukan sesuatu, apa pun itu, harus dengan niat dan keikhlasan, doa serta dukungan orang tua juga sangat membantu," ujar Dian. Setelah itu, Taqy juga memberikan hadiah bagi para jamaah dengan cara menyambung ayat.

Penghujung acara, jamaah mendengarkan ceramah dari K.H. Deden M. Makhyaruddin.

Dikutip dari laman indonesiamurojaah.com bahwasannya K.H. Deden M. Makhyaruddin berkata, “arti Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam bagi penghafal alquran adalah ketika bacaan dalam shalat tak hanya itu-itu lagi, melainkan maju dan terus naik melintasi setiap jengkal keheningan sampai khatam 30 juz.”

Ada Isra’, lanjut beliau, dalam setiap shalat dan ada Mi’raj dalam setiap khatam. Karena shalat adalah tempat dan saat untuk muroja’ah terbaik.

Dalam acara tablig akbar ini dilakukan juga doa bersama untuk Indonesia agar tentram dan damai. Diharapkan, dengan kehadiran 10.000 penghafal Qur’an dan dengan keberkahan alquran, Allah akan mengangkat Indonesia dari berbagai macam problematika yang melanda. Menjadikan tanah air menjadi negara yang aman dan selalu dirahmati oleh Allah.

Posting Komentar

0 Komentar